DWP Islamabad Eratkan Persahabatan Indonesia-Pakistan.
Jumat, 10 Juli 2009 - 00:42:20 WIB
by : Aini Aryani
Kategori: Aini's Story
- Dibaca: 602 kaliTadi siang aku menghadiri undangan penting dari Darma Wanita Persatuan (DWP), berangkat bersama 3 kawan mahasiswi menuju KBRI Islamabad yang berlokasi di Zona Merah (red zone), tepatnya di sektor G-5/4 Diplomatic Enclave. Sayang sekali jalan masuk ke Zona Merah dijaga ketat, hingga taxi yang kami tumpangi hanya bisa berhenti di depan Hotel Serena.
Maklum, sejak ada isu bahwa Islamabad menjadi target serangan Taliban selanjutnya, pemerintah Pakistan makin mengetatkan daerah-daerah yang rawan akan adanya serangan, seperti Zona Merah misalnya. Karena di daerah tersebut berlokasi gedung Parlemen, rumah Presiden, gedung Mahkamah Agung, kantor Kementrian Dalam Negeri, foreign office, Radio Pakistan dan beberapa kantor kedutaan asing termasuk Kedutaan RI.
Tapi untunglah Bapak Made, salah seorang diplomat KBRI mengirim kendaraan untuk menjemput kami. Beberepa menit kemudian sedan putih milik beliau tiba tepat di tempat kami menunggu, dengan tanpa halangan kami dapat tiba di Aula Budaya Nusantara KBRI Islamabad tepat waktu.
Acara yang diadakan oleh DWP-KBRI Islamabad ini diadakan beberapa hari pasca hari lahirnya isteri Duta Besar RI untuk Pakistan, Ibu Butar Latuconsina, yang ke 55. Beliau lahir pada tanggal 4 Juli 1954. Jadi, sedikit banyak diidentikkan dengan perayaan ulang tahun beliau. Tapi sebenarnya acara ini diadakan berkaitan dengan HUT RI yang ke 64 dan dalam upaya memupuk ikatan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan di bidang sosial dan budaya.
Acara ini bertema: "In Connection with the Upcoming 64th Independence Day Celebration of the Republik of Indonesia; FOSTERING THE SOCIAL & CULTURAL BONDS OF FRIENDSHIP BETWEEN INDONESIA-PAKISTAN."
Mayoritas undangan adalah wanita. Ada kurang lebih seratus undangan hadir disana yang terdiri dari para WNI wanita yang berdomisili di Islamabad dan Rawal Pindi, beberapa staff pengajar dan mahasiswa/mahasiswi International Islamic University Islamabad (IIUI), para wiraswastawati yang notabene relasi dan sahabat Ibu Duta Besar, beberapa wartawan, serta para wanita dan anak-anak dari yayasan Shaheed Benazir Bhutto Women Center. Yayasan ini didirikan oleh almarhumah Benazir Bhutto untuk menampung para wanita dan anak-anak yang menjadi korban kekerasan.
Dalam sambutannya, Ibu Duta Besar menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga hubungan antar dua negara, khususnya di bidang sosial dan budaya. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan sangat baik dan perlu terus dipupuk dan dikembangkan. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya yang disatukan dalam wadah NKRI dengan slogan Unity in Diversity, yang lebih familiar kita dengar dengan Bhinneka Tunggal Ika.
Beberapa hiburan dan penampilan yang mengisi acara tersebut beranega ragam, seperti tari Simalungun Rakyat yang menjadi adat orang Karo (suku Batak), Tari Merak yang menjadi tarian suku Sunda klasik, tari Cindai, tari Poco-poco dan Bakra Dance yang ditampilkan oleh anak-anak Pakistan. Tari yang terkhir ini berasal dari provinsi Punjab dan berisi gerakan-gerakan indah menggunakan tongkat.
Acara ditutup dengan potong tumpeng dan pemberian kenang-kenangan dari Ibu Duta Besar Butar Latuconsina kepada chief guest Miss. Rubina dan sumbangan yang diserahkan secara simbolis kepada yayasan Shaheed Benazir Bhutto Women Center.
Setelah acara ditutup, makan siang dengan menu khas indonesiapun siap santap. Menunya Sop Buntut, Gule Daging, Sate Ayam, Mie Goreng, Capjay Udang, Salad Sayur, Kerupuk Udang, dan Es Dawet. Pokoknya, Menu buatan Pak Eko muantab abieeesss…..mantan kepala koki Hotel Hilton gitu lho.[]
Thursday, 09 Juli 2009
Terkait
15 Komentar :
siti khadizah
love you
miss you
bunda forever
siti khadizah
missed u mom.....
kepergian bunda adalah awal dari penderitaanku,,,awal dari tangisan ini, awal dari kesakitan ini,,,
knapa bgtu terasa cepat ku rasakan kehangatan seorang bunda, senyuman terindahnya, kasih sayang tulusnya,,,
begitu besar pengorbananmu untukku bunda,,tapi aku tak dapat membalasnya,,,
love you
miss u
bunda forever
tugirin
yang nunggu siapa tuh?
a2ifin
hmmm bagus
barang siapa yang mengkafirkan oraang mukmin, berarti dia kaafir
arisnb
sungguh indahnya, jika semua dapat saling menghargai antar sesama
miu miu
Semoga setiap muslim bisa memberikan pencitraan yg semakin baik sehingga terbukalah mata dan hati mereka tentang Islam dan Muslim yg sebenarnya sehingga dapat membuktikan bahwa qta tdk seperti yg mereka lihat di berbagai media propaganda yg disebarkan oleh orang2 yg benci Islam.
lukman
ass, mbak, saya mahasisiwa fakultas syari'ah UIn jogja, sedang penelitian ttg Benazir Bhutto, tp saya kekurangan bahan, saya pengen tanya sejauh yg mbak ketahui, pemikiran Benazir dalam kelompok aliran apa?
syaiful
Selamat berpuasa. Lam ma kakak iparmu ya...
sulaiman
ada lagi tak yang lain. ceritanya kok mirip ceritanya oreng pebiyan.dan untuk bulan ini ada lagi tak situsnya,atau lagi sibukya belajar menyulam karpet pakistan.
Afathurohman Hidayat S Putu Wikarta
Assalamualaikum....
bahak
salam.. mbak.... kul di pakistan yah? kalau s2 fakultas keagamaan disana persemester berapa yah.....
Apit
Bagus banget mengungkap misteri pencuri kayu jati brkedok dukun,jahat banget,tapi kberadaan alam goib itu memang ada.misteri biarlah tetap misteri dengan begitu lbih menarik.
Faris
Keren banget ceritanya menghayati bgt ei...
Cinta Islam
nice story. seneng ya bisa jalan-jalan ke luar negeri..
cinta
Islam tetap yg terbaik dan paling sempurna.
Isi Komentar :
Syariah dan Perempuan oleh : Aini Aryani, BA., LLB (Hons)
Suami Mentalak, Saya Menolak, Hukumnya?
25 Maret 2010
Suami membentak saya di depan ibu dengan kata "Aku ceraikan kamu sekarang!!". Tapi saya menolak kata 'cerai' darinya. Bagaimana status pernikahan kami?
Potong Rambut & Kuku Saat Haid, Bolehkah?
23 Maret 2010
Ustadzah, apa sebenarnya hukum memotong rambut dan kuku saat haid? Apa itu wajib, Sunnah, atau? mohon penjelasannya. Terimakasih.
arsip - 
............................................................................................................
Kolom Aini
• Aini's Story (3)
• Berita (4)
• Hikmah (3)
• Opini (3)
• Perempuan (6)
• Sastra (8)
Search

-Judul:
Kaidah-Kaidah Fiqih Keuangan dan Transaksi Bisnis
-Penulis:
Prof. Dr. Muhammad Tahir Mansoori
-Penerjemah:
Hendri Tanjung, MM, M.Ag dan Aini Aryani, LLB (Hons)
-Penerbit:
Ulil Albaab Institute (ISBN 978-602-96077)
-Harga:
Rp. 48.900 (ditambah ongkos kirim)